Sukanto Tanoto Menjalankan Bisnis Secara Bertanggung Jawab

Sukanto Tanoto Menjalankan Bisnis Secara Bertanggung Jawab – Andai banyak pengusaha seperti Sukanto Tanoto di Indonesia, maka kesejahteraan cepat akan dinikmati oleh rakyat banyak. Hal itu bisa terjadi karena Chairman Royal Golden Eagle (RGE) ini menjalankan bisnisnya secara bertanggung jawab.

Sukanto Tanoto dikenal sebagai salah satu pengusaha tersukses di negeri kita. Ia pantas menjadi contoh bagi para pebisnis lain. Bukan hanya karena kemampuan menjalankan RGE dengan baik, namun juga berkat konsistensinya dalam mengelola perusahaan agar memberi dampak positif bagi pihak lain.

Sukanto Tanoto (Image Source: RGEI
http://www.rgei.com/about/our-leadership/sukanto-tanoto)

Hal ini bahkan menjadi prinsip bisnis utama bagi Sukanto Tanoto. Baginya, bisnis bukan sekadar mencari profit. Menjalankan perusahaan dianggapnya sebagai salah satu sarana dalam membantu masyarakat, negara, hingga dunia secara umum.

Prinsip itu akhirnya bahkan dituangkan dalam filosofi bisnis yang dinamai sebagai prinsip kerja 5C. Hal tersebut menjadi arahan dan rambu-rambu bekerja bagi semua perusahaan yang ada di bawah kendali RGE.

“Semua yang kami lakukan harus baik untuk masyarakat dan negara. Dengan demikian, hal itu pasti akan berguna bagi perusahaan sendiri,” ujar Sukanto Tanoto di South China Morning Post.

“Generasi kedua kami akhirnya memberikan dimensi baru terkait iklim dan pelanggan. Akhirnya prinsip 3C berubah menjadi 5C.”

Keberadaan prinsip kerja 5C ini memiliki arti penting bagi RGE. Inilah cara bagi Sukanto Tanoto untuk memastikan perusahaannya itu dijalankan secara bertanggung jawab. Semua anak perusahan RGE wajib menjalankannya.

Ada beragam cara berbeda yang ditempuh oleh anak-anak perusahaan RGE dalam menjalankan prinsip kerja 5C. Namun, mereka berpegang kepada satu semangat yang sama seperti dinyatakan oleh Sukanto Tanoto.

“Kami memiliki model bisnis yang sederhana. Kami ingin menjadi bagian dari masyarakat, bukan menjadi tamu untuk masyarakat tersebut,” ujar Sukanto Tanoto.

Pernyataan ini dimaksudkan sebagai kewajiban bagi RGE untuk memperhatikan masyarakat di sekitarnya. Mereka harus berusaha menjadi bagian dari komunitas yang ada di dekatnya. Dengan itu, grup yang berdiri dengan nama awal Raja Garuda Mas tersebut akan berusaha memberi manfaat untuk masyarakat.

Langkah yang paling sering dilakukan ialah menggandeng masyarakat menjadi mitra kerja. Ini dilaksanakan dengan nyata oleh anak-anak perusahaan RGE.

Asian Agri misalnya. Anak perusahaan RGE yang bergerak dalam industri kelapa sawit ini menggandeng petani sebagai partner. Mereka melakukannya dalam dua model kerja sama, yakni konsep inti plasma serta jalin kerja sama dengan petani independen.

Kerja sama seperti ini memang akan membuat RGE menghadirkan manfaat secara nyata kepada masyarakat. Banyak orang yang bisa menjadi petani kelapa sawit dengan menjadi mitra RGE. Mereka akan mendapat jaminan penjualan hasil perkebunannya serta dibimbing untuk mengelola lahan dengan baik.

Tak mengherankan banyak pihak yang tertarik untuk mengikutinya. Hingga kini tercatat ada sekitar 30 ribu petani plasma yang bekerja sama dengan Asian Agri. Akibatnya, dari lahan perkebunan seluas 160 ribu hektare yang dimiliki oleh Asian Agri, sebanyak 60 ribu hektare di antaranya dikelola oleh para petani plasma.

Tanggung jawab bisnis Sukanto Tanoto kepada komunitas di sekitar juga terwujud dari manfaat ekonomi yang diperoleh daerah yang menjadi basisnya. Contohnya nyata adalah keberadaan Grup APRIL yang mendukung perkembangan Provinsi Riau.

Unit bisnis RGE yang bergerak dalam industri pulp dan kertas ini membuka banyak lapangan di Riau. Menurut data yang dipaparkan oleh Unit Penelitian Ekonomi dan Sosial Universitas Indonesia, APRIL membuka setidaknya hampir enam ribu lapangan kerja untuk warga di Riau.
Jumlah itu bisa bertambah semakin banyak ketika diperluas menjadi lapangan kerja tidak langsung. Keberadaan APRIL setidaknya menghadirkan kesempatan kerja sebanyak lebih dari 11.200 kontraktor.

Tidak mengherankan dampak ekonomi APRIL untuk Riau sangat besar. Unit Penelitian Ekonomi dan Sosial Universitas Indonesia menyebutkan APRIL berkontribusi bagi 5,4 persen pendapatan rumah tangga di Riau. Jumlah itu meningkat 2,36 kali lipat dibanding pertama kali ketika APRIL belum hadir.
Bukan hanya itu, data memperlihatkan bahwa APRIL memberi dampak ekonomi kepada Riau sebesar 6,9 persen. Jumlah ini merupakan peningkatan pesat dibanding masa sebelum APRIL hadir. Lonjakannya terlihat dari pendapatan provinsi yang bertambah hingga 2,29 kali lipat.

PEDULI TERHADAP KELESTARIAN ALAM

SukantoTanoto menyatakan bahwa generasi keduanya memberi dimensi baru bagi prinsip kerja RGE. Siapa pun tidak bisa berdiam diri melihat kerusakan lingkungan yang pasti akan berdampak kepada manusia.

Atas dasar ini, Sukanto Tanoto mengarahkan RGE agar dalam kegiatan operasionalnya juga berkontribusi aktif terhadap keseimbangan iklim.

Wujud nyata ialah perhatian terhadap keberlanjutan dalam setiap operasi anak-anak perusahaan RGE. Buktinya adalah komitmen untuk menerbitkan laporan keberlanjutan setiap tahun.

Langkah ini dilakukan oleh Sateri. Pada November 2017, anak perusahaan RGE yang bergerak dalam industri viscose fibre ini melepas Laporan Keberlanjutan 2016.
Ini merupakan laporan pertama yang dibuat oleh Sateri. Dalam pembuatan, mereka mendasarkan pembuatan laporan pada standar Global Reporting Initiative.

“Sebagai bagian dari upaya kami untuk meningkatkan dan memberi contoh kepada khalayak, kami bekerja memperkuat ikatan dengan perusahaan pelanggan kami, termasuk di antaranya brand kelas dunia. Hal itu untuk memenuhi kebutuhan dan tren dalam keberlanjutan yang ada dalam pasar fashion, tekstil, dan produk-produk higienis personal,” ujar Chief Executive Officer Sateri, Tey Wei Lin.

Selain Sateri, anak perusahaan RGE lain, Bracell, juga melakukan langkah serupa. Produsen selulosa spesial yang berbasis di Brasil ini telah menerbitkan Laporan Keberlanjutan 2016 sejak Oktober 2017 lalu.

Dalam laporan tersebut, Bracell mengungkap sejumlah pencapaiannya dalam pelestarian lingkungan. Mereka menyatakan bahwa tingkat emisi yang dikeluarkan berkurang. Bracell juga melengkapinya dengan menekan penggunaan air sampai di atas target, mengurangi jumlah limbah cair, serta limbah padat yang diproduksi.

Pencapaian Bracell dalam melestarikan alam itu masih ditambah dengan temuan lain yang tak kalah menggembirakan. Dalam area konservasi mereka ditemukan spesies bunga baru. Bahkan, dideteksi pula keberadaan primata kecil yang langka.

“Bersamaan dengan rasa senang karena telah menggapai sebuah prestasi, hasil positif ini mendorong kami untuk mengejar sejumlah target ambisius Bracell dalam segi keberlanjutan. Kami berkomitmen untuk menjaga kelangsungan setiap hektare lahan yang kami kelola serta dalam setiap ton selulosa spesial yang kami produksi,” ujar General Manager Bracell, Marcelo Moreira Leit.

Beragam contoh ini memperlihatkan sosok Sukanto Tanoto memang unik. Ia berhasil memberi bukti nyata bahwa bisnis tidak harus selalu “egois” dengan mementingkan profit belaka. RGE terbukti mampu terus eksis dan berkembang dengan sangat memperhatikan kondisi masyarakat dan alam di sekitarnya.

Saat ini saja, RGE sudah menjadi korporasi kelas dunia dengan aset senilai 18 miliar dolar Amerika Serikat dan karyawan 60 ribu orang. Pencapaian ini justru tak mungkin diraih jika tidak ada tanggung jawab bisnis oleh Sukanto Tanoto kepada pihak lain.

*Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Sukanto_Tanoto

1 thought on “Sukanto Tanoto Menjalankan Bisnis Secara Bertanggung Jawab”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *