Sertifikasi yang Memastikan Kelapa Sawit RGE Dari Praktik Berkelanjutan

Komitmen Royal Golden Eagle (RGE) dalam menjaga kelestarian alam diwujudkan secara nyata dalam beragam hal. Salah satunya memastikan proses produksi berbasis keberlanjutan. Ini diperlihatkan dalam industri kelapa sawit yang mereka tekuni.

Berdiri dengan nama Raja Garuda Mas, RGE memiliki beberapa anak perusahaan yang berkiprah dalam berbagai bidang. Dalam industri kelapa sawit, mereka memiliki Asian Agri. Perusahaan ini merupakan pemain penting dalam bisnis kelapa sawit di Indonesia.

Seperti halnya anak perusahaan Royal Golden Eagle lain, Asian Agri menjamin produk kelapa sawitnya berasal dari proses berkelanjutan. Semua dimulai dalam rantai produksi sejak awal mulai dari pengelolaan perkebunan hingga akhir seperti proses pengolahan menjadi minyak kelapa sawit.

Dalam perkebunan, Asian Agri memastikan tidak melakukan proses pembakaran hutan untuk membuka lahan baru. Anak perusahaan RGE ini mengelola perkebunan sendiri yang dengan konsep terbarukan untuk mendapatkan bahan baku.

Selain itu, mereka bekerja sama dengan sekitar 30 ribu petani mitra untuk memastikan pasokan bahan baku aman. Namun, dalam kerja sama tersebut, Asian Agri mewajibkan para petani mengadopsi praktik kebijakan terbaik dalam menghasilkan minyak kelapa sawit lestari.

Prinsip keberlanjutan tetap dipegang hingga akhir dalam proses perkebunan kelapa sawit dan segala produk turunannya. Asian Agri memiliki beragam cara untuk mengelola limbah supaya tidak mencemari lingkungan. Contoh nyata adalah mengolahnya menjadi pupuk atau malah diubah menjadi energi listrik.

Semua itu dilakukan oleh Asian Agri untuk menjalankan filosofi bisnis Royal Golden Eagle. Di dalam grup yang bernama awal Raja Garuda Mas ini memang tertera kewajiban untuk menjaga keseimbangan iklim. Maka, operasi anak-anak perusahaan RGE harus dilakukan dalam prinsip keberlanjutan supaya bermanfaat dalam kelestarian alam.

Buah dari pilihan langkah tersebut adalah kemudahan mendapatkan sertifikasi tanda praktik ramah lingkungan dari berbagai pihak. Tidak kurang dari tiga sertifikat keberlanjutan dikantungi oleh Asian Agri terkait beragam produk kelapa sawitnya.

Apa sajakah itu? Inilah sertifikasi yang memastikan produk-produk kelapa sawit buatan Asian Agri dibuat secara bertanggung jawab.

Roundtable of Sustainable Palm Oil (RSPO)

           Roundtable of Sustainable Palm Oil (RSPO) merupakan asosiasi dari berbagai organisasi dan pemangku kepentingan yang bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan standar global untuk produksi minyak sawit berkelanjutan. Mereka terdiri dari pihak perkebunan, pemrosesan, distributor, industri manufaktur, investor, akademisi, dan LSM bidang lingkungan.

RSPO didirikan pada 2004 dengan basis kursi asosiasi di Zurich, Swiss. Namun, mereka memiliki kantor kesekretariatan di Kuala Lumpur, Malaysia, serta kantor cabang di Jakarta.

Proses pendirian RSPO terbilang unik. Mereka terinspirasi dari konsep Meja Bundar yang ada dalam legenda Arthurian. Di sana para ksatria dan Raja Arthur duduk bersama untuk membicarakan berbagai hal. Semua anggota memiliki hak yang setara.

Konsep itu diadopsi oleh RSPO. Di sana para pemangku kepentingan dalam industri kelapa sawit duduk bersama untuk bernegosiasi tentang beragam isu dalam industri kelapa sawit khususnya tentang praktik berkelanjutan.

Asian Agri bergabung ke dalam RSPO sejak 2006. Hal ini merupakan langkah awal bagi anak perusahaan RGE ini untuk mendapatkan standar sertifikasi global dalam mengembangkan dan melaksanakan tata kelola perkebunan sawit lestari berstandar global.

Sertifikat RSPO yang membuktikan praktik berkelanjutan dalam produk kelapa sawitnya diperoleh pertama kali oleh Asian Agri pada 2010. Dua tahun kemudian, sertifikat serupa didapatkan oleh para petani mitra anak perusahaan RGE tersebut.

Keberhasilan tersebut membuat Asian Agri kian bersemangat untuk menyebarkan semangat keberlanjutan bagi para petani kelapa sawit swadaya. Pada 2013, anak perusahaan RGE itu membina para petani swadaya untuk memperoleh RSPO. Hasilnya, untuk pertama kalinya di Indonesia ada petani swadaya yang mendapatkan sertifikat tersebut.

International Sustainability & Carbon Certification (ISCC)

Selain Roundtable of Sustainable Palm Oil (RSPO), Asian Agri mendapatkan sertifikat lain dalam keberlanjutan yakni International Sustainability & Carbon Certification (ISCC). ISCC merupakan sistem sertifikasi bertaraf internasional pertama untuk membuktikan praktik keberlanjutan, data keterlacakan, dan penghematan dari efek gas rumah kaca untuk segala jenis produksi biomassa.

ISCC diadakan dengan tujuan untuk mengurangi gas rumah kaca, memastikan pengelolaan lahan berkelanjutan, melakukan perlindungan terhadap habitat alam, serta keberlanjutan sosial. Dalam melakukan proses sertifikasi, organisasi yang berbasis di Koeln, Jerman, ini berdiri secara independen tanpa ada campur tangan dari pihak lain.

Sertifikasi ISCC dikeluarkan oleh SGS Germany. Ini adalah perusahaan global yang bergerak di bidang inspeksi, verifikasi, pengujian dan sertifikasi. Otoritasnya tidak perlu dipertanyakan. Badan Federal Pertanian dan Pangan Jerman, BLE, telah mengakui dan memberikan wewenang kepada mereka untuk melakukan sertifikasi produksi biomassa.

Sejak pertama kali berdiri pada 2010, ISCC telah menerbitkan ratusan sertifikat berkelanjutan. Asian Agri pertama kali mendapatkannya setahun sesudah ISCC berdiri. Bahkan, pada 2014, semua perkebunan inti dan pabrik anak perusahaan Royal Golden Eagle ini telah mendapatkan sertifikat ISCC.

“Pencapaian ini menunjukkan komitmen Asian Agri sebagai produsen minyak kelapa sawit yang bertanggung jawab,” ungkap Noro Hutomo, Agri Business Manager, SGS Indonesia, seperti dikutip dari Kompas.com.

Hal ini menandakan bahwa semua produk Asian Agri berbasis keberlanjutan. Bukti-buktinya dapat dilacak. Tanpa itu, sertifikat dari ISCC tidak bakal bisa diperoleh oleh anak perusahaan RGE tersebut.

Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO)

Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) merupakan langkah nyata yang diambil Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian untuk meningkatkan daya saing minyak kelapa sawit di kancah internasional. Selain itu, ISPO juga hadir untuk memenuhi komitmen Presiden Republik Indonesia dalam mengurangi gas rumah kaca dan memberi perhatian lebih terhadap permasalahan lingkungan.

Mulai hadir sejak 2009, ISPO dimaksudkan agar semua perusahaan kelapa sawit menjalankan operasi sesuai standar yang ditetapkan. Tentu saja standar yang dimaksudkan adalah menjaga operasional berbasis prinsip-prinsip keberlanjutan.

ISPO menjadi proses standardisasi minyak kelapa sawit nasional pertama di dunia. Langkah ini dirasa positif bagi perlindungan alam sehingga banyak negara lain yang ingin menerapkan standar serupa.

Anggota ISPO merupakan perusahaan kelapa sawit dan pihak terkait lainnya. Asian Agri sudah menjadi anggota sejak ISPO pertama kali hadir. Empat tahun berselang, tepatnya pada 2013, anak perusahaan RGE ini akhirnya mendapat sertifikat ISPO pertamanya. Ini diperoleh dalam enam pabrik dan lima perkebunan milik Asian Agri.

Meski begitu, Asian Agri belum puas. Saat ini, sertifikat ISPO baru mencapai 91 persen dari segala lini perusahaan. Namun, pada 2017, lini bisnis Royal Golden Eagle ini telah bersiap untuk meningkatkannya hingga menjadi 100 persen.

ISPO bukan hanya sertifikasi belaka. Pemerintah Indonesia malah menekan dialog antara pelaku industri kelapa sawit dengan berbagai pihak yang berkepentingan demi terwujudnya minyak sawit lestari.

Inilah beragam sertifikat keberlanjutan yang diperoleh oleh Asian Agri. Hal ini menjadi jaminan bahwa semua produk minyak kelapa sawit yang mereka hasilkan berasal dari proses yang bertanggung jawab. Anak perusahaan Royal Golden Eagle ini memerhatikan kelestarian alam dari awal rantai produksi hingga akhir.

 

Sumber : http://www.pia.my.id/2017/07/dukungan-keluarga-di-balik-keberhasilan.html

 

Image Source: Kompas

http://assets.kompas.com/data/photo/2013/10/26/1501268HabitatHutanOrangutanSumatera171367818726-preview780x390.jpg

Image Source: Asian Agri

http://www.asianagri.com/images/articles/bisnis-kami/5002057edit.jpg

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *