Belanja Online dari Luar Negeri? Gampang koq!

Belanja online memang paling mengasyikan. Mau cari apa saja gampang. Gak perlu repot-repot keluar masuk dari satu toko ke toko lain. Tinggal buka hp atau laptop, cari, pilih, checkout, bayar, udah deh… tunggu barang sampai di tempat kita. Saya sendiri paling sering belanja di salah satu marketplace lokal. Lain halnya dengan suami yang sudah beberapa kali belanja online dari luar negeri.

Hmmm… belanja online dari luar negeri bukannya ribet ya?

Sebenarnya caranya sama saja dengan belanja dari toko online/marketplace di Indonesia seperti Tokopedia, Bukalapak, Bli2, Lazada, Bhinneka, dan lain-lain. Hanya saja ada sedikit perbedaan di cara pembayaran, biasanya menggunakan kartu kredit atau paypal, yang mungkin bagi sebagian orang terasa sedikit rumit.

Kalau ada yang bertanya, kenapa sih kita harus belanja barang dari luar negeri? Ini nih alasannya.

Barang lebih lengkap. Nah, ini salah satu alasan utama suami seringkali membuka situs belanja online luar negeri dan mencari barang yang diperlukan di sana. Kadang ada beberapa barang yang tidak diperjual belikan di Indonesia. Tenang, barangnya bukan barang haram aatau ilegal koq. Suami juga hanya mencari alat-alat aquarium laut atau spare part gadget.

Harga lebih murah. Untuk beberapa jenis barang, beli dari toko online di luar negeri ini harganya bisa jauh lebih murah. Apalagi kalau pembelian dalam jumlah besar, harga yang kita dapatkan biasanya terhitung sangat murah.

Lebih uptodate. Pernah gak merasa geregetan ketika melihat media ramai memberitakan launching gadget terbaru di luar negeri? Sementara di Indonesia kabarnya gadget seri yang sama baru akan keluar 2-3 bulan kemudian. Hufffttt… yang namanya gadget, 1-2 bulan saja sudah ketinggalan banyak. Nah, solusinya, tinggal beli saja dari luar negeri. Tapi pahami dulu resiko garansi hehe…

Ada kelebihan, tentu saja ada juga kekurangannya. Ada beberapa kendala yang seringkali ditemukan saat belanja online dari e-commerce luar negeri.

Biaya pengiriman mahal. Ya, namanya juga kirim barang dari luar negeri. Biaya pengiriman dari Bandung ke Surabaya saja lebih mahal dari biaya pengiriman dalam kota.

Waktu pengiriman lama. Kalau dengan pengiriman berbayar, biasanya barang akan sampai dalam waktu 3-7 hari. Biaya kirimnya tergantung berat/dimensi. Kalau mau lebih murah, beberapa toko menawarkan free shipping. Kendalanya, waktu pengiriman jauh lebih lama. Biasanya sih barang baru akan sampai antara 2-4 minggu. Gak perlu khawatir, kiriman luar negeri juga bisa dicek secara online seperti kiriman biasa.

Caranya gampang. Cukup masuk ke web Pos Indonesia, http://www.posindonesia.co.id/tnt/?ii=lacak-kiriman, kemudian isi form sesuai dengan barang yang akan kita lacak. Jenis pencarian bisa dipilih Kiriman Umum, Korporat/Mitra, atau Weselpos.

Selanjutnya masukkan No. Resi, dan tulis ulang kode keamanan.

Web Pos Indonesia akan menunjukkan hasil pencarian dengan detail.

Pajak. Nah ini nih yang kadang membuat kita menelan ludah. Pajaknya bisa sampai dua kali lipat harga barang haha. Tapi sebagai warga negara yang baik, sebaiknya kita memang membayar pajak. Barang kiriman luar negeri yang harganya murah biasanya sih tidak kena pajak. Syaratnya barang kiriman tersebut memiliki nilai pabean free on board (FOB) US$ 50 untuk setiap orang per kiriman.

Kalau harga barangnya melebihi batas pembebasan nilai pabean di atas, kelebihan nilai pabean tersebut dikenakan bea masuk dan pajak dalam rangka impor, yakni pajak pertambahan nilai (PPN), pajak penjualan barang mewah (PPnBM), dan pajak penghasilan (PPh).

Kalau penasaran berapa sih pajak yang harus dibayar jika kita belanja online dari luar negeri, perhitungan sederhananya seperti ini.

Menghitung Bea Masuk

((Nilai Barang FOB – USD 50) + Asuransi + Freight) x kurs x tarif bea masuk

Menghitung Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI)

((((Nilai Barang FOB – USD 50) + Asuransi + Freight) x kurs) + (bea masuk)) x tarif PDRI

Gimana? Mau coba belanja online dari luar negeri? Saya titip juga ya…


Leave a Reply